Kolesistitis Adalah Peradangan Kantong Empedu

Pernahkah kamu mendengar penyakit kolesistitis sebelumnya? Penyakit jenis apakah
itu? Menurut alodokter.com kolesistitis adalah peradangan yang terjadi pada kantung
empedu, organ tubuh tepat penyimpanan cairan empedu. Cairan dalam kantung empedu
memiliki peran penting dalam pencernaan lemak di dalam tubuh. Kolesistitis adalah
penyakit yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau dalam jangka waktu panjang (kronis).
Menurut hellosehat.com kolesistitis adalah kondisi yang biasanya disebabkan batu empedu
karena terjebak dalam saluran yang mengambil cairan empedu dari kantong empedu menuju
usus. Penyakit ini umum terjadi dan lebih banyak ditemukan pada wanita dan orang tua.
Apa saja gejalanya? Gejala utama kolesistitis adalah kemunculan rasa sakit yang
sangat parah pada perut bagian kanan atas dan dapat bertahan selama beberapa jam. Rasa
sakit dapat muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, terutama yang mengandung
lemak dan rasa sakit dapat menjalar ke punggung atau tulang belikat kanan. Gejala lainnya
adalah seperti demam dan berkeringat, kulit dan mata menjadi kuning, rasa sakit bertambah
parah ketika menarik napas, serta mual, muntah dan nafsu makan hilang. Selain itu, akan
muncul pula gejala nyeri di punggung atas, bahu kanan atau dada, mata terlihat putih, tinja
berwarna pucat, kulit gatal, suhu badan tinggi dan menggigil.
Apa yang menyebabkan penyakit ini muncul? Sebagian besar disebabkan oleh
penyumbatan pada saluran empedu. Hal ini dapat membuat cairan terperangkap di dalam
kantong empedu. Penyumbatan dapat diakibatkan oleh tumor, batu atau saluran yang
menyempit. Penyumbatan juga dapat memicu terjadinya iritasi dan tekanan pada kantong
empedu. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakti ini pada
seseorang seperti obesitas, berat badan yang naik atau turun terlalu cepat, berjenis kelamin
wanita, sedang hamil dan sedang menjalani terapi hormon, puasa, diet ketat dan kelompok
etnis seperti penduduk asli Amerika. Penyakit ini akan menyebabkan komplikasi jika tidak
ditangani dengan serius seperti jaringan kantong empedu yang mati dan membusuk dan
pecahnya kantong empedu. Dua hal tersebut dapat menyebabkan infeksi serius seperti
peritonitis. Peritonitis adalah peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut.

Bagaimana dengan pengobatannya? Dokter dapat melakukan operasi laparaskopi,
atau jika tidak memungkinkan maka yang akan dilakukan adalah operasi standar.
Pengangkatan kantong empedu tidak memengarhui kehidupan sehari-hari, kecuali
pencernaan terganggu ketika makan berlemak selama enam sampai dua belas bulan setelah
pengangkatan kantong empedu. Obat-obatan juga dapat digunakan untuk melarutkan batu,
namun obat bisa memakan waktu berbulan-bulan atau hatunan untuk bekerja. Oleh karena
itu, pengobatan dengan obat jarang dilakukan.
Untuk mendiagnosis, dokter dapat memeriksa dari rekam medis dan pemeriksaan fisik
seperti X-ray, tes darah dan USG.
Kamu dapat mengubah gaya hidup sebagai salah satu cara mengobati penyakit ini.
kamu dapat mempertahankan berat tubuh normal dan menghindari makanan tinggi lemak
serta jangan makan terlalu cepat dan melakukan diet. Menurut halodoc.com pencegahan juga
dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, menjaga berat badan ideal,
menurunkan berat badan secara bertahap. Menurunkan berat badan secara drastis dapat
meningkatkan risiko terkena penyakit kolesistitis. Obesitas juga dapat meningkatkan risiko
penyakit yang sama. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan berat badan ideal dan
menjaga gaya hidup sehat alih-alih melakukan hal yang instan untuk kurus seperti diet ketat.
Itulah hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Kolesistitis adalah penyakit
yang dapat kamu atasi dengan menjaga pola makan dan pola hidup sehat.