Jika Anda bekerja pada sebuah proyek industrial pasti mengetahui baju Wearpack. Wearpack merupakan salah satu jenis seragam atau pakaian yang biasanya digunakan untuk para pegawai yang bekerja pada sebuah pabrik dan bengkel atau juga sebagai baju balap. Baju ini sendiri didesain khusus agar dapat melindungi pemakai dari beberapa hal yang berbahaya. Seperti pada sebuah bengkel, agar melindungi pengguna agar baju tidak kotor dan juga tidak tubuh tidak tergores. Untuk dapat membuat baju ini sendiri tidak semua orang dapat melakukannya, di mana yang mampu membuatnya adalah konveksi wearpack Jogja. Wearpack ini biasanya menggunakan bahan yang berbeda dari jenis kain biasanya, di mana hal ini disesuaikan dengan fungsi dari baju tersebut yang memang khusus untuk melindungi pemakainya. Berikut ini adalah jenis bahan yang digunakan untuk menjadi baju wearpack :

  1. Bahan Standar

Pada konveksi Wearpack sendiri biasanya akan menyediakan beberapa jenis bahan yang ada. Di mana untuk wearpack ini sendiri mempunyai beberapa fungsi yang berbeda-beda. Jika untuk digunakan bengkel biasanya akan menggunakan bahan standar yang memang khusus untuk membuat pemakai nyaman. Jenis kain yang dipakai sendiri biasanya adalah bahan drill yang mempunyai teksture lembut dan juga dapat menyerap keringat dengan sangat baik. Untuk wearpack bengkel biasaya menggunakan tipe one piece di mana atasan dan bawahan dijadikan satu agar dapat lebih membuat para pekerja nyaman untuk bergerak.

  1. Bahan Khusus

Konveksi Wearpack juga menyediakan bahan khusus untuk beberapa profesi tertentu. Seperti bahan anti api untuk para petugas pemadam kebakaran atau anti air. Untuk pembalap sendiri biasanya menggunakan wearpack yang digunakan untuk dapat menjaga keselamatan dari pemakainya. Biasanya baju untuk pembalap ini akan didesain khusus dan diawasi ketat agar dapat menjaga tubuh pembalap dari benturan jika mereka terjatuh. Sedangkan untuk baju bagi tenaga kerja khusus yang memang bekerja di tempat berbahaya semua wearpack akan diawasi langsung pembuatanya oleh ahli dari K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja.